Keajaiban Angka 9 di Gelombang Radio AM

mini-skala11

Suatu ketika saya bertandang ke rumah bang Rein, seorang sahabat penggemar lawasan, amatir radio, dan pakar teori komunikasi. Ngobrol ngalor ngidul diselingi kopi pekat dan camilan akhirnya berujung pada topik radio AM. Tiba-tiba bang Rein mengajukan pertanyaan yang cukup menyentak:

“Mas tahu nggak kenapa jumlah angka gelombang radio AM selalu sembilan?” Ah masa? ujar saya tak percaya.
“Coba dilihat, misal radio Rodja ada di AM 720kHz. 7 ditambah 2 ditambah 0 hasilnya….sembilan. Lalu lagi, RRI yang 999kHz. 9 tambah 9 tambah 9 hasilnya 27. Dua ditambah tujuh adalah….9!!” Heeh? betul juga, baru saya sadari keunikan angka 9 ini!

Sepulang dari sana saya termangu-mangu dengan pertanyaan bang Rhein. Seolah ndak yakin lalu semua stasiun radio AM saya jumlahkan dan hasilnya memang sama: 9. Dari gugling diperoleh banyak informasi mengenai keajaiban angka 9 namun intinya sama yakni semua bilangan dengan kelipatan 9 bila dijumlahkan angka-angkanya hasilnya selalu 9. Tapi apa hubungannya dengan gelombang radio AM?

Beberapa buku teori radio kemudian saya pelajari. Ketika membaca buku teori reparasi radio kiriman mas Hugo Semarang tiba-tiba saya mendapat pencerahan..Naaa ini diaaa, teriak saya. Berasa Archimedes saja malam itu meski zonder Eureka.

Jadi begini,

Kita tahu bahwa rentang gelombang AM adalah dari 540kHz hingga 1620kHz. Wilayah sepanjang 1080kHz itu kemudian diisi sejumlah stasiun radio komersil. Agar satu sama lain tidak saling bertindihan maka setiap stasiun radio harus diberi jarak/sela.

Masing masing negara memiliki kesepakatan jarak yang berbeda beda. misal Amerika di angka 10kHz lalu Eropa di 9kHz. Indonesia mengikuti standar Eropa yakni 9kHz, mungkin karena bekas jajahan negara di Eropa?

Jadi jika sebuah stasiun radio memiliki gelombang 900kHz maka gelombang terdekat yang boleh dipakai adalah 900+9=909kHz dan 900-9=891kHz. Demikian seterusnya. Dengan perhitungan sederhana maka gelombang yang boleh dipakai atau tersedia untuk wilayah Jakarta adalah :

540
549
558
567
576
585
594
603
612
621
630
639
648
657
666
675
684
693
702
711
720
729
738
747
756
765
774
783
792
801
810
819
828
837
846
855
864
873
882
891
900
909
918
927
936
945
954
963
972
981
990
999
1008
1017
1026
1035
1044
1053
1062
1071
1080
1089
1098
1107
1116
1125
1134
1143
1152
1161
1170
1179
1188
1197
1206
1215
1224
1233
1242
1251
1260
1269
1278
1287
1296
1305
1314
1323
1332
1341
1350
1359
1368
1377
1386
1395
1404
1413
1422
1431
1440
1449
1458
1467
1476
1485
1494
1503
1512
1521
1530
1539
1548
1557
1566
1575
1584
1593
1602
1611
1620

Klop dengan stasiun radio yang ada di Jakarta, misal gelombang 999kHz dihuni RRI, 720kHz adalah Rodja, lalu Inyong Radio di 549kHz, radio Silaturahim di 810kHz, Radio Safari 1080kHz, Radio As Syafi’iyah di 792kHz, dan seterusnya.

Karena jarak antar stasiun radio harus sebesar 9kHz dan rentang gelombang AM dimulai dari 540 maka masing masing gelombang tersebut menjadi bilangan dengan KELIPATAN ANGKA 9. Dan kita tahu apa keistimewaan angka 9 ini.

Nah sekarang diuji cobakan. Ambil contoh radio As Syafi’iah di 792kHz maka 7+9+2=18. Dan 1+8=9. Misal lagi RRI 999kHz, 9+9+9=27, dan lagi lagi 2+7=9!! Demikian pula dengan Radio Rodja yang berada di 720kHz, 7+2+0=……9!

Jadi kenapa jumlah bilangan gelombang AM selalu 9 adalah karena gelombang AM yang di Jakarta merupakan angka kelipatan 9. Ditambah lagi karena jarak frekuensi antar stasiun radionya adalah 9 kHZ. Kloop marklotop.

Dengan teori ini maka bisa diketahui apakah gelombang di layar radio kita sudah pas atau belum dengan stasiun radio yang didengarkan, tinggal dijumlahkan hasilnya sembilan atau tidak. Tentu saja hanya berlaku untuk radio digital, kalau manual yaah kira kira sajalaahh.

Atau barangkali ada pembaca punya pendapat lain?

About these ads