Philips ke 100,000 dan Bung Karno

Suka bung Karno…? Ini dia satu lagi foto langka  punya seorang teman di Londo sana, mas Roel Marnette. Foto diperoleh dari ayah mertua teman beliau yang dulu menjadi kepala Philips di Indonesia.

Begini ujarnya :                                                                                                                                    The 100.000st radio which had been made in the factory in Bandoeng, a radio of the type of BIN206U, was offered to president Soekarno. From left to right: – Jhr. van Lennep, head PR of Philips, – N. Bessem, commercial director of Philips, – unknown, – president Soekarno, – Ir. J.J. of Rijsinge, technical director of Philips Dutch India/Indonesia. Place of operation: the presidentiele palace to Medan Merdeka at Djakarta (former palace of the governor general to the king square at Batavia).

Sayangnya tidak jelas kapan foto tersebut dibuat, apakah pada 1950–saat tipe tersebut dirilis ataukah sesudahnya. Saya menduga angka 100,000 tersebut dihitung dari saat Philips Radio dinasionalisasi pada 1950an, bukan dari total keseluruhan radio yang pernah dirakit di Indonesia.

Mengacu pada buku Dokumentasi Service 25 Pesawat Radio Buatan Indonesia yang dikeluarkan oleh Ralin maka BIN206U berada di urutan ketujuh setelah BIN115U, BIN115B,BX165U,BIN186U,BIN197U,BIN205B. Jika benar urutan menunjukkan sekuen tahun pembuatan maka setiap seri radio tersebut rata-rata diproduksi (100,000:7) 14,285 buah.  Angka yang cukup masuk akal karena hampir semua radio roti yang saya amati kebanyakan memiliki angka sepuluh ribuan pada nomer produksinya.

 Kini, dimanakah radio ke 100,000 tersebut berada? Di tangan kolektor ataukah sudah musnah ditelan waktu? 100,000 hanyalah angka yang ditulis pada secarik kertas di belakang radio, begitu rentan, mudah terkelupas, sobek, dan hilang. Mirip nasib radio tabung lainnya yang seharusnya kita hargai sebagai penanda sejarah sosial dan perindustrian kita.