Radio Philips BIN336U: Roti Kipas

Saya mendapatkan radio ini sekitar 2004 lalu dengan harga cukup murah, Rp 200,000. Tipenya BIN336U atau biasa disebut kipas merah karena tutup speaker luarnya yang berbentuk kipas dengan kain merah di baliknya. Berdasar nomer tipenya maka seri ini dirilis tahun 1953. Beberapa komponen di dalamnya seperti speaker dan trafo OT memiliki cap tahun 1954.

Di negara asalnya tipe ini diberi nomer BX230U. Pilihan gelombangnya berubah menjadi SW, MW, dan LW. Di bagian belakang terdapat pilihan input voltase untuk 110-220V. Meskipun memiliki fasilitas yang sama, yakni input untuk Phono dan pemilih nada, radio ini naik kelas setingkat ketika dirakit di Indonesia, yakni dari BX2 menjadi BIN3. Mungkin ini dimaksudkan sebagai strategi marketing Philips untuk menaikkan persepsi konsumen bahwa radio roti BIN memiliki kelas (baca: kualitas) yang tinggi seperti radio lainnya.

Radio berukuran sekitar 295 x 190 x 165 mm dengan berat 2.5kg. Bekerja dalam gelombang SW dari 13,8 meter hingga 140 meter yang dipilih melalui 3 saklar putar. Line up tabungnya standar yakni UCH42, UF41, UBC41, UL41, dan perata UY42. Konsumsi dayanya mencapai 32 watt untuk tegangan 125V, tapi daya yang dikeluarkan hanya 2 watt saja.

Sebelum ini saya belum pernah menemukan radio dalam keadaan mulus dan orisinil. Apalagi dalam kondisinya menyala. Salah satu ciri radio yang orisinil alias belum diotak atik adalah skrup penutup belakang dan skrup mesin dalam masih menyatu disegel cat warna merah. Saat saya temukan cat merahnya masih utuh, samasekali belum rusak, yang menandakan radio ini belum pernah dibuka tutup belakangnya. Kalaupun dahulu pernah dicat ulang tentunya terlihat bekas yang menumpuk.Tapi yang ini benar-benar belum pernah dibuka atau cat ulang.

Meskipun tampilan luarnya bagus penerimaannya terhitung buruk. Ketika saya tancapkan ke trafo stepdown terdengar suara mendengung keras pertanda elco peratanya yang bermasalah. Penerimaannya kurang maksimal, terdengar kurang sensitif dan tidak selektif. Tiba waktunya untuk dibongkar sebelum terlambat. Skrup penutup belakang saya buka dan rusaklah segel warna merahnya. Begitu terbuka terlihat bagian dalam yang utuh dan berdebu tebal. Barangkali kondisinya sama seperti puluhan tahun lalu di pabriknya, hanya menjadi berdebu dan berkarat beberapa bagian seiring waktu.

Reparasi                                                                                                                                          Langkah pertama adalah mengganti tabung elco perata 47uf/350V dengan sepasang yang lebih baru dan ringkas. 2 elco disatukan bagian negatifnya dan ditempatkan di sela-sela bawah. Elco asli yang berbentuk tabung besi saya biarkan di tempatnya. Radio kemudian saya nyalakan dan suara dengung hilang samasekali. Suara dengung biasanya terjadi karena cairan minyak dalam elco yang mengering. Jika dibiarkan terus akhirnya elco akan mati sehingga tegangan tidak dapat masuk dan radio mati.

Dalam keadaan menyala saya periksa semua voltase untuk memastikan mencari kerusakan lainnya. Seperti biasa kapasitor filter di bagian final sudah sedikit terbuka yang dicirikan oleh adanya tegangan yang masuk ke g1 tabung UL41. Tinggal beli kapasitor 0.01uF/250 yang baru lalu buang yang lama. Kapasitor ini berfungsi untuk menyaring tegangan DC dari anode preamp UBC41 sebelum menuju g1 tabung final UL41. Tegangan diblok kemudian dibuang ke ground. Jika kapasitor bocor maka tegangan yang sangat kecil (biasanya positif 0.1-0.6V atau tergantung kondisi) terlihat mengalir di grid 1 UL41 saat diukur dengan multimeter. Tegangan positif tersebut akan membuat grid terbebani dan jika dibiarkan akan merusak tabung itu sendiri lalu merembet ke putusnya OT audio.

Kapasitor lain yang diganti adalah kapasitor penyaring tegangan jala-jala PLN. Fungsinya untuk menyaring tegangan PLN agar penerimaan terdengar lebih halus. Kapasitor yang rusak akan menghasilkan dengungan meskipun elco perata sudah diganti. Selain itu juga berpotensi menyalurkan tegangan (+) ke ground. Radio kemudian saya nyalakan dan diukur tegangan di beberapa titik. Sekarang lebih baik dari sebelumnya, tidak ada tegangan positif mengalir di tempat tempat yang tidak semestinya. Sayang radio masih kurang peka dan kurang keras, pertanda waktunya untuk memodifikasi.

Modifikasi pertama adalah menambah elco kecil, sekitar 47-100uF/16V di katode tabung UL41. Kaki positif masuk ke katode lalu negatif dibuang ke ground. Berikutnya adalah menambah kapasitor bypass di kaki P dan S masing-masing MFTnya. Nilainya cukup 56 -100pF. Cukup menambah dua komponen saja hasilnya sudah bagus. Dengan menggunakan kabel sepanjang 2 meter sebagai antena sekarang radio menjadi lebih keras dan banyak menerima siaran pemancar.

Saya sebenarnya tergoda untuk mengganti R dropper. Resistor berbentuk hijau tubular itu berfungsi menurunkan tegangan 110 ke 19V untuk menyalakan lampu pilot di skala depan. Karena besarnya penurunan tegangan yang harus dilakukan resistor menjadi sangat panas, apalagi letaknya di atas tabung final dan perata yang celakanya juga menghasilkan panas paling tinggi. Tiga komponen inilah yang menjadi penyumbang panas radio terbesar. Biasanya dapat dirasakan dengan meraba bagian kiri belakang beberapa saat setelah radio dinyalakan.

R dropper biasanya menjadi komponen yang paling sering mati karena layout penempatannya. Satu-satunya cara adalah mengganti dengan komponen yang lebih “dingin” yakni kapasitor. Nilai yang dibutuhkan sekitar 3.25uF. Kapasitor senilai tersebut dapat diperoleh dengan memparalel beberapa kapasitor atau dengan kapasitor blok warna hitam yang biasa digunakan dalam lampu TL. Jika R sampai mati maka otomatis lampu pilot akan putus. Secara kualitas tidak akan berpengaruh pada penerimaan siaran, Tetapi radio yang tidak menyala dial lampnya akan mengurangi estetika secara keseluruhan. Radio terasa seperti “mati” meski dapat menangkap siaran. Akhirnya R dropper saya biarkan di tempat meski berisiko merusak dial lamp. Padahal dial lamp di radio roti sangat sukar digantikan, yakni lampu tabung kecil bernilai 19V!

Langkah terakhir adalah membersihkan kotak yang terbuat dari Bakelite. Mesin dipisah dengan melepas 2 skrup dan dial pointer. Kotak dicuci dengan shampo dan air hangat kemudian diangin anginkan. Setelah kering dipoles dengan silicon agar bakelite mengkilat. Mesin yang sudah dilepas dibersihkan debu dan karat yang menempel. Tidak lupa WD40 pada mekanisme saklar lalu potensio semprot dengan contact cleaner.

Sekarang radio kembali berfungsi maksimal. Pada siang hari radio dapat menangkap siaran Vietnam, Jepang, China, beberapa negara Eropa. Padahal biasanya radio seperti ini mati salah satu atau semua gelombangnya tidak bekerja meski sudah di over haul. Saya merasa beruntung karena mendapatkan radio ini dengan harga murah dan dan bagus kualitasnya. Agaknya dalam urusan benda antik apalagi elektronik, uang bukan segala-galanya dibanding keberuntungan.