Radio Philips Kompas

depan

belakang

Dari sekian banyak radio tabung barangkali tak ada yang menandingi Philips BX376A alias Radio KOMPAS! Ya, ini dia radio yang seakan menjadi ikon “antik”, atau “klasik”. Sebuah benda yang harus disebut untuk mewakili radio kuno. Identitasnya lazim ditemukan sebagai furnitur keluarga mapan dalam iklan atau film-film tempo doeloe.

Jejaknya bisa dirunut dari tahun ’38an. Saat itu Philips memproduksi tipe 470A/U. Bentuknya mirip yang sekarang kita kenal, hanya lebih besar dan menggunakan lampu kaki bebek. Radio tersebut dikenal dengan istilah “Zonnetje” atau “little sun” karena skala gelombangnya yang melingkar dengan warna keemasan seolah matahari.

Pasca PD II Philips mengembangkan tipe sejenis menjadi BX370U dan BX373A. Disainnya agak mirip-mirip namun dengan ukuran lebih ringkas dan kecil. Tipe BX370U menggunakan lampu Universal (UCH-UAF-UF-UL-UY) sementara BX373A menggunakan locktal (EBL, ECL). Radio ini disebut “Sunny with jittery pointer” alias Kompas karena jarum gelombangnya mirip dengan jarum kompas.

Radio BX376A merupakan varian khusus pasar Hindia Belanda. Cirinya adalah skala gelombang menggunakan Indische Schaal atau penulisan nama nama kota jaman Hindia Belanda.

dial1

Knob besar di depan berfungsi sebagai tuning. Cekungan di knobnya mengingatkan saya pada radio komunikasi. Gunanya untuk meletakkan ujung jari sehingga ketimbang memutar sisi luar knob pencarian gelombang cukup dengan menggerakkkan ujung jari. Sayangnnya cekungan tersebut kurang dalam, tak nyaman untuk ujung jari. Alih alih kita harus memutar seluruh knobnya.

birdview2

Di samping kiri ada dua knob, untuk tone dan saklar volume/on off. Sebelah kanan adalah saklar pemilih band yang tampilannya bisa dilihat pada skala gelombang.

Sayangnya skala gelombang rentan rusak karena terbuat dari kertas yang ditempelkan ke rangka logam. Akibat kelembaban dan kualitas lem yang digunakan perlahan kertas menjadi gelap, menggelembung di beberapa bagian, dan akhirnya terkelupas sendiri.

Untungnya badan radio terbuat dari bakelite yang menawan dan mudah dirawat. Disainnya juga sangat cantik, perpaduan garis horisontal dan lingkaran tanpa sudut tajam pada keempat sudutnya. Indah sekali! Apalagi bakelite sangat mudah dirawat: lap dengan kain halus. Dan body akan berkilau tanpa tambahan bumbu penyedap.

Ukurannya sangat pas diletakkan di atas buffet atau ruang tamu tanpa banyak memakan tempat. Tak terlalu kecil seperti radio roti dan tak sebesar radio Gatotkoco. Cocok dijadikan asesoris pada rumah minimalis.

Mengacu pada pedoman tahun perakitan radio Philips maka tipe ini masih asli diimpor dari Belanda/Belgia dan menggunakan lampu tabung tipe….he tunggu dulu! Mari kita lihat spek di skemanya. Ternyata radio ini menggunakan lampu tipe U meskipun kode tipenya A! Wah aneh sekali.

Kalau menggunakan lampu U tentunya trafo power supply yang besar tidak diperlukan lagi. Tapi apa itu yang dibelakang? Trafo power supply! Jadi bagaimana sebenarnya radio ini?

mesin31

Berdasarkan skema ternyata radio ini menggunakan lampu tipe U dan trafo stepdown. Untuk penjelasan cara kerja lampu tipe U lihat di sini.

Radio ini menggunakan 6 lampu tabung yang total filamennya 126,4V, padahal tegangan PLN yang umum adalah 220V. Berarti dari 220V harus diturunkan ke 127V. Cara termurah adalah menggunakan R dropper, tapi Philips memilih autotransformer–versi termurah dari trafo stepdown. Persis sama dengan BUSH EBS-3A.

Jika kita terbalik memasang colokan maka seluruh bagian metal di radio–termasuk colokan antena, berpotensi dialiri tegangan 220V! Lumayanlah untuk menimbulkan sensasi electric nasty shock…

Komponen di dalamnya cenderung ke era 30an: tabung koil yang besar, resistor merah, speaker berkain, wiring warna kuning. Bahkan radio ini menggunakan penguat RF (UF41) yang menjadi ciri era 30an. Tak heran jika radio ini terkenal “tajam” penerimaannya. Siaran luar negeri dengan mudah dapat ditangkap meski hanya memasang antena sederhana.

Penyakit umum yang diderita adalah mati total karena perata UY41 putus dan atau putus R4 surge limiter, dan R1 voltage divider. Radio ini menggunakan R surge limiter dan voltage divider yang terbuat dari lilitan kawat halus pada tabung kaca (lihat gambar di bawah, R kanan atas). Seiring umur dan paparan panas akhirnya lilitan tersebut putus sehingga listrik tidak bisa masuk ke mesin. Penyakit lainnya kondisional bergantung cara radio digunakan dan disimpan.

mesin1

Keluhan lain barangkali suaranya yang agak cempreng, kurang “gandem”. Apa boleh buat yang ini karena kualitas trafo audio yang buruk. Pengganti terbaiknya adalah dari radio keluaran Telefunken. Saya sudah melakukannya dan suaranya jauh lebih baik.

Radio unik ini banyak diburu. Mau mati ataupun hidup, yang penting body mulus. Dulu sekitar awal 2000 harganya masih berkisar 600-750.000. Sepuluh tahun kemudian harganya menanjak menjadi 2juta-3juta. Entah ke depannya akan terdongkrak berapa.

Nah, jika hanya 1 radio antik yang harus dimiliki maka Kompas BX376A adalah pilihan terbaiknya!  Anda setuju?

bx376a

Mesin belakang

Data teknis :
Tabung                          : UF41 – UCH42- UAF42- UAF42-UL41-UY42
Gelombang kerja            : band A 22,2-17,1mHZ, band B 17,1-5MHz, band C 5-1,513MHz
Konsumsi listrik             : 50,5 watt
Ukuran                          : 43,5 x 24,5 x 19,5cm
Tahun                            : 1947/1948

Gambar dari koleksi pribadi, blog mas Tommy, dan Mas Bobo. Terimakasih atas ijinnya.