Radio Philco 80B

mini2014-10-16 09.26.46

Tipe ini hadir dalam dua bentuk, model cathedral (kubah) dan kotak (shoewax box). Yang sedang saya repair adalah model kotak. Terbuat dari kayu walnut dengan urat yang indah, tinggal dipoles sedikit akan kembali memancarkan kejayaannya.

Radio berukuran 30cm x 33.5cm x 21cm dengan berat sekitar 6.5kg. Memiliki empat tabung yakni tipe 80 (perata), 41 (power amp), 36 (detektor), 36 (detektor ke-2). Disainnya sederhana saja, tidak seperti model cathedral. Bagian kiri untuk speaker lalu kanan untuk 2 knob dan escutcheon klasik khas Philco. Seperti biasa produk era 30an maka bagian belakang tidak ada penutup (rear cover).

mini2014-10-16 09.41.06

mini2014-10-16 09.40.05

mini20141015_143900

Jangan lupa, lazimnya radio dari Amerika dan Jepang maka tegangan yang digunakan adalah 110V. Harus menggunakan trafo stepdown.

Baru kali ini saya memperoleh radio Philco Amerika. Dan ternyata ini bukan radio biasa! Menurut catatan tipe Philco 80Jr lahir pada masa Great Depression melanda Amerika pada 1930an. Perusahaan Philco pada masa itu memutar otak bagaimana caranya agar mereka tetap survive ditengah gencetan ekonomi sehingga lahirlah radio model 80B dengan harga yang lebih murah.

Tentu saja no free lunch, model 80B harus mengalami down spek untuk menekan harga. Pada masa itu radio tipe Superheterodyne masih mahal biaya produksinya. Philco kemudian mengakalinya dengan membuat radio Regeneratif, tipe penerimaan yang ditemukan sebelum Superheterodyne.

Model 80B adalah radio tipe regeneratif dengan detektor ganda dan penguatan IF satu kali. Ia membuang penguatan ganda IF dan AVC (Automatic Volume Control,pengatur suara otomatis agar siaran lemah dan kuat terdengar sama). Penurunan spek tersebut berdampak cukup signifikan pada kualitas penerimannya.

Reparasi
Seperti biasa radio yang dibeli langsung dari luar memiliki mesin yang bersih. Nyaris bebas karat, utuh, dan terlihat baru. Demikian pula radio ini, bagian dalamnya bersih, kain-kain pada kawat utuh, tidak ada karat. Ingat ini radio yang umurnya 80 tahun lebih.

Untungnya penggemar Philco di Amerika cukup banyak sehingga saya tidak kesulitan memperoleh skema dan petunjuk lainnya. Perhatikan skema di bawah:

mini80

Dimanakah pengatur keras lemah suara (volume control)? Mengejutkan, tidak ada! Biasanya pengatur suara berada di depan blok penguat suara, potensio diputar untuk mengatur penguatannya (AF gain).

Tapi pada model 80B potensiometer berada di bagian terdepan menjadi satu dengan koil antena. Artinya potensio berfungsi untuk mengatur kekuatan sinyal (RF gain). Jika pemancar favorit kita kecil daya pancarnya maka ia akan tetap terdengar lemah meski potensio sudah diputar mentok ke kanan.

Speaker dengan main energized coil.

mini20141014_085813

Mesin

mini20141014_083659

Kapasitor blok bakelite. Isinya kapasitor, bisa dua atau satu bergantung tipenya.

mini20141015_063920

Para restorer Philco di luar sana biasanya melepas kapasitor bloknya lalu membuang tar dan kapasitornya diganti dengan yang baru. Tapi kali ini saya kesulitan untuk melepas kapasitor blok. Akhirnya semua terekspos di luar.

Reparasi dengan mengganti semua kapasitor dan mengukur R.

mini20141015_094333

Ganti Elco dengan yang baru lebih kecil. Tabung Elco yang lama dipotong dan keluarkan isinya ganti dengan baru.

Modifikasi dengan mengubah susunan L&C pada gulungan tickler dan menambah L gimmick.

80mod02

Radio kemudian dihubungkan kabel yang berfungsi sebagai kabel, dan sukses! Siaran tertangkap, terutama di bagian atas (1500khz) yang banyak di sekitar daerah saya. Sayangnya gelombang bawah (sekitar 545Khz) tak banyak tertangkap.

Untuk memperkuat penerimaan maka trimmer yang ada di belakang mesin harus diatur. Mula-mula paling kanan untuk mengatur tingkat radio berosilasi alias batas hingga mengeluarkan suara cuitan. Lalu berikutnya trimmer di sebelah kirinya hingga semua siaran tertangkap keras dan kuat. Jika ingin lebih baik seharusnya dipasang antena lebih tinggi dan kabel ground ditanam dalam tanah.

mini20141015_142439

Secara keseluruhan suara yang dihasilkan lebih kecil daripada radio umumnya. Begitu pula daya tangkapnya, tak banyak yang bisa diterima. Untung RRI masih bisa terdengar jelas. Sayangnya radio Rodja dan Rasil di ujung bawah lemah penerimaannya.

Inilah konsekuensi dari ketiadaan penguat ganda IF dan AVC. Radio hanya bisa menangkap pemancar yang kuat dan tidak bisa membuat siaran terdengar sama kuatnya di speaker. Belum lagi penguatan audionya yang aneh, hanya berdasar kekuatan sinyal yang masuk, sehingga radio tidak bisa diatur keras lemahnya suara.

Meski demikian, buat saya radio ini sangat mengagumkan. Meski kualitasnya tak sebaik radio biasanya tetapi mengingat usianya mendengarnya hidup saja sudah senang. Ibarat kata seperti melihat nenek nenek yang berdendang dengan semangat: unik, membuat semangat, dan mengesankan!

ps: terimakasih untuk pak D dan bu R atas kesempatannya.