Erres KY108 Ki Hadjar Dewantara

Di Jogjakarta ada museum Dewantara Kirti yang merupakan bekas rumah pejuang nasional kita, Ki Hadjar Dewantara. Rumah  bergaya kolonial tersebut ditata seolah masih dihuni dengan penempatan benda-benda yang dulu dipakai dalam keseharian beliau seperti tempat tidur, almari, meja kursi, telepon, dan tentu saja, radio !

Masa aktif beliau yang di paruh awal 1900 memberikan kesempatan untuk memiliki radio yang pada saat itu terbilang masih dalam proses perkembangan.  Dan pilihannya adalah Erres KY108.

Erres KY108 tropen Ygy

Tipe KY108 sebenarnya adalah versi TROpen alias timur jauh dari KY107 yang beredar di Eropa sana.  Seri KY107  ini sendiri dirilis pada 1930-1931 sebagai radio pertama di Belanda yang dibuat dengan speaker menyatu dengan radio.  Sebelumnya semua radio dibuat terpisah, speaker model corong atau caping dihubungkan dengan radio bentuk kotak.

Disainnya terbilang unik, sedikit kaku memang. Mengutamakan garis garis vertikal yang kuat dan simetris.  Kotak terbuat dari kayu Oak solid, bukan kayu lapis.

Image

KY 108 adalah radio dengan mesin regenerative, bukan superheterodyne seperti umumnya sekarang. Untuk menangkap siaran pengguna harus mengatur keseimbangan antara sinyal feedback, suara (volume) dan tuning. Jika berlebihan dalam feedback maka radio akan bercuit cuit, sebaliknya jika kurang maka siaran tak tertangkap jelas. Cara kerjanya mirip dengan Philco 80B yang sebelumnya saya reparasi.

Pada KY108  ini sendiri kontrol tersebut dilakukan dengan mengatur 2 tombol tuning di kanan kiri lalu setelah pas diatur lagi dengan tombol regen di tengah. Jika sudah pas semua tinggal knob volume di kiri luar kotak yang diputar agar nyaman di telinga. Waah…..merepotkan sekali!

ImageDi museum Dewantara radio ini diberi keterangan tahun 1938. Tetapi menurut data internet KY108 diluncurkan pada 1934 sebagai versi ekspor KY107.  Boleh jadi Ki Hadjar Dewantara memang mendapatkannya pada 1938.

Dokumentasi radio ini sempat saya kirimkan ke Om John Koster untuk dimuat di situsnya sebagai salah satu sumber otentik radio tipe TROPen.  Data kemudian dibagi juga ke Radiomuseum.org.

erres ky108

erres ky108 front

Dalam situsnya Om John mengomentari bahwa warna kemerahan pada pemilih gelombang dan tutup belakang radio kemungkinan adalah bekas segel, lak. Bisa jadi memang benar karena semua radio pada penjajahan Jepang harus didaftarkan dan disegel untuk menutup akses informasi.

Siaran apa yang kira kira ditangkap oleh Ki Hadjar Dewantara kala itu? Bagaimana pengaruh radio ini dalam perjuangan beliau? Seumpama diberi kesempatan pastinya radio ini akan banyak bertutur, memberikan banyak catatan sejarah baru.

Pemiliknya, dan mungkin juga orang-orang yang pernah mendengarkan siarannya, sudah kembali ke ribaanNya. Tapi radio masih tegak berdiri menjadi saksi sejarah bagi mereka yang peduli dan tahu.

Jika diperkenankan maka saya akan mereparasi radio ini agar kembali nyala dan menangkap siaran. Tentu sangat luar biasa jika saksi bersejarah tak hanya membisu namun juga berfungsi layaknya kala itu.

sumber :

1.http://www.staff.science.uu.nl/~tel00101/FotoAlbum/RadioCorner/Sets/ErrKY107.htm

2.http://www.vintageradio.nl/Radio’s/erres_ky108_engels.htm

3.http://www.vintageradio.nl/Radio’s/erres_ky108_engels.htm

4. foto pribadi